- Diposting oleh : Admin
- pada tanggal : Mei 13, 2026
Pangandaran (KEMENAG) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Padaherang kembali menggelar Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri bagi calon pengantin (catin), Rabu (13/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula KUA Padaherang tersebut diikuti 21 peserta dan menghadirkan materi pembekalan yang memadukan nilai keagamaan, literasi hukum, kesehatan keluarga, hingga kepedulian lingkungan.
Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, Bimwin kali ini dikemas lebih interaktif melalui pendekatan edukatif berbasis permainan. Pada sesi pertama, H. Nurhadi, Lc., mengajak peserta memahami makna pernikahan melalui simulasi “Tepuk Sakinah”.
Melalui metode tersebut, peserta diberikan pemahaman bahwa pernikahan merupakan anugerah Allah yang harus dijaga melalui komitmen kuat (mitsaqan ghalizha), komunikasi, dan musyawarah dalam kehidupan rumah tangga.
Sesi berikutnya disampaikan Penghulu KUA Padaherang, Tony Maulana Saputra, S.H., yang membahas regulasi perkawinan di Indonesia, mulai dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, Kompilasi Hukum Islam (KHI), hingga PMA Nomor 30 Tahun 2024.
Dalam pemaparannya, Tony menegaskan bahwa perkawinan dibangun atas prinsip hak dan kewajiban yang seimbang antara suami dan istri.
“Tidak ada lagi anggapan bahwa perempuan menjadi manusia kelas dua. Suami dan istri memiliki hak dan kewajiban yang saling terintegrasi. Bukan jenis kelamin yang menentukan derajat seseorang, tetapi kualitas moral dan pola pikir,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun hubungan rumah tangga yang saling mendukung, bukan menjadikan kedudukan sebagai alat untuk mempertahankan ego masing-masing.
Sementara itu, Kepala KUA Padaherang, H. Poniman, S.Ag., bersama perwakilan BKKBN Kecamatan Padaherang turut memberikan pembekalan mengenai ketahanan keluarga dan kepedulian lingkungan melalui Program Pepeling (Pengantin Peduli Lingkungan).
“Melalui Program Pepeling, kami ingin mengajak calon pengantin memulai kehidupan rumah tangga dengan kepedulian terhadap lingkungan, salah satunya melalui gerakan menanam pohon sebagai simbol keberlanjutan hidup,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, pihak BKKBN juga memberikan edukasi mengenai program Keluarga Berencana (KB), kesehatan reproduksi, pengaturan jarak kelahiran, serta pencegahan stunting melalui aplikasi Elsimil.
Kontributor: Sailan/Penghulu KUA Padaherang
