- Diposting oleh : Admin
- pada tanggal : Mei 20, 2026
Mangunjaya (KEMENAG) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mangunjaya memperkuat pembinaan calon pengantin melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) kolaboratif bersama Puskesmas dan Balai Penyuluhan KB Kecamatan Mangunjaya.
Kegiatan yang diikuti 16 calon pengantin tersebut digelar di Puskesmas Kecamatan Mangunjaya, Selasa (13/5/2026).
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian dari upaya KUA Mangunjaya dalam memberikan pembekalan menyeluruh kepada calon pengantin, tidak hanya dari aspek keagamaan, tetapi juga kesehatan keluarga dan kesiapan mental berumah tangga.
Penghulu Kecamatan Mangunjaya, Jeni Muliana, mengatakan sinergi tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara KUA, Puskesmas, dan Balai Penyuluhan KB Kecamatan Mangunjaya.
“Alhamdulillah dari hasil MoU ini kita bisa bareng-bareng hadir sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat di Kecamatan Mangunjaya, khususnya untuk para calon pengantin yang akan melaksanakan pernikahan,” ujarnya.
Menurutnya, pembekalan kepada calon pengantin menjadi penting agar pasangan memiliki pemahaman yang utuh tentang kehidupan rumah tangga yang harmonis dan berkelanjutan.
“Sebagai pelayan masyarakat perlu kita hadir untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada mereka yang akan berkeluarga tentang apa saja yang harus dipersiapkan dalam menciptakan keluarga yang harmonis dan bahagia lahir batin, baik dari sisi pemahaman keagamaan maupun kesehatan jasmani. Ingat! Pernikahan itu bukan hubungan yang dirajut untuk waktu 1 hari, 1 minggu, 1 bulan, 1 tahun tapi untuk selamanya,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Mangunjaya, H. Saeful Rohman, menegaskan bahwa kegiatan Bimwin merupakan bentuk ikhtiar bersama dalam membangun ketahanan keluarga sejak sebelum akad nikah dilaksanakan.
“Kegiatan Bimwin ini adalah bentuk ikhtiar kita untuk menyiapkan pasangan calon pengantin agar memiliki kesiapan mental, spiritual, serta pemahaman tentang kesehatan keluarga. Kolaborasi ini memperkuat materi yang diberikan sehingga lebih komprehensif, bukan hanya soal sahnya pernikahan, tetapi juga kesejahteraan lahir dan batin,” katanya saat menutup kegiatan.
Ia berharap pembekalan yang diberikan mampu menjadi bekal awal bagi para peserta dalam membangun rumah tangga yang sehat, harmonis, dan berkualitas.
Kontributor: JM / KUA Mangunjaya
