Skip to Content
Loading...
Humas APRI Pangandaran
Humas APRI Pangandaran
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

KUA Kalipucang Perkuat Komitmen Dukung Percepatan Penurunan Stunting Melalui Edukasi Keluarga

 

Kalipucang (KEMENAG) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalipucang menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui penguatan edukasi keluarga dan pembinaan calon pengantin.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektor yang digelar di Balai Penyuluh KB Kalipucang, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan yang dihadiri Camat Kalipucang, Tim Pendamping Keluarga (TPK), tenaga kesehatan, serta berbagai unsur lintas sektor ini menjadi forum koordinasi dan evaluasi bersama dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Pangandaran.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, angka stunting masih berada pada kisaran 17 persen sehingga diperlukan kerja sama seluruh pemangku kepentingan untuk mencapai target penurunan menjadi 14 persen.

Sejumlah narasumber turut memberikan penguatan materi, di antaranya Asep Rustandi, S.AP., Gunawan, S.Kom., dan dr. Yati Nurhayati. Materi yang disampaikan mencakup strategi percepatan penurunan stunting, penguatan program pemerintah, serta pentingnya mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045 melalui pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.

Dalam sesi diskusi, Kepala KUA Kecamatan Kalipucang, H. Poniman, S.Ag., menyampaikan bahwa upaya pencegahan stunting harus dimulai dari keluarga.

Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak, sehingga edukasi dan pendampingan kepada calon pasangan suami istri menjadi langkah yang sangat penting.

“Penurunan stunting merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi lintas sektor dan penguatan peran keluarga menjadi kunci untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045,” tegas H. Poniman.

Ia menjelaskan, KUA Kalipucang secara rutin melaksanakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin setiap hari Rabu sebagai upaya memberikan pemahaman mengenai kesiapan berkeluarga, kesehatan reproduksi, dan tanggung jawab dalam membangun rumah tangga yang sehat dan berkualitas.

Selain itu, KUA juga menyelenggarakan program Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN), Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), serta Bimbingan Keluarga Sakinah. Program-program tersebut diarahkan untuk meningkatkan ketahanan keluarga sekaligus membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya perencanaan keluarga yang matang.

Menurut H. Poniman, edukasi mengenai pencegahan pernikahan usia dini juga terus dilakukan karena memiliki kaitan erat dengan upaya menekan risiko stunting. Kesiapan fisik, mental, dan ekonomi calon pasangan menjadi faktor penting dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan mampu memberikan pengasuhan yang optimal bagi anak.

“Melalui berbagai program pembinaan yang dilaksanakan KUA, kami berupaya membangun keluarga yang sehat, berkualitas, dan memiliki kesiapan yang baik dalam mengasuh generasi penerus. Karena pencegahan stunting tidak hanya menjadi urusan sektor kesehatan, tetapi juga membutuhkan penguatan ketahanan keluarga sejak sebelum pernikahan,” ujarnya.

Kontributor: Ata Haeruman, S.Sy/Penghulu KUA Kecamatan Kalipucang

Berbagi

Postingan Terkait

Posting Komentar

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?